"Pada April 2013 sektor perkebunan rakyat sebesar 118,79 turun dibanding indeks Maret 2013 mencapai 119,38," ujar Kepala BPS Babel, Teguh Pramono di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menjelaskan, penurunan yang terjadi pada harga yang diterima petani (IT) karena harga tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 0,54 persen.
"Pemicu utama turunnya harga tanaman perkebunan rakyat karena turunnya indeks beberapa komoditi antara lain, karet dan lada putih," ujarnya.
Sementara itu, kata dia, penurunan yang terjadi pada harga yang diterima petani (IB) karena adanya penurunan indeks pada kelompok konsumsi rumah tangga (KRT) sebesar 0,05 persen dari 131,18 menjadi 131,10 dan kenaikan Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,01 persen dari 114,33 menjadi 114,33.
Ia mengatakan, pada April 2013, NTP subsektor pangan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,20 persen atau dari 82,71 menjadi 82,88.
"Kenaikkan indeks sebesar 0,20 persen ini karena perubahan Indeks Harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan harga yang dibayar petani," ujarnya.
Ia menjelaskan, kenaikan pada IT karena indeks pada subkelompok palawija naik sebesar 0,12 persen dipicu kenaikan palawija dan beberapa komoditas lainnya antara lain, kacang tanah.
Sedangkan penurunan yang terjadi pada IB karena adanya penurunan indeks pada kelompok KRT sebesar 0,16 persen dari 132,97 menjadi 132,76 dan kenaikan indeks pada kelompok BPPBM sebesar 0,03 persen dari 135,31 menjadi 135,35.
Menurut dia, NTP merupakan salah satu indikfator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di suatu wilayah. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase.
NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga. Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya.
Atau sebaliknya, apakah kenaikan harga jual produksi pertanian dapat menambah pendapatan petani yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan para petani. Secara umum semakin tinggi nilai NTP, semakin sejahtera tingkat kehidupan petani," ujarnya.
Pewarta: pewarta: aprionis: Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.