Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pendampingan dan pembinaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru agar bisa berkembang dan mandiri.
"Pendampingan dan pembinaan akan terus kami lakukan, mulai dari memberikan informasi tentang tata cara berbisnis, meningkatkan keterampilan pelaku UMKM agar bisa mengembangkan usaha hingga memberikan pelatihan keterampilan maupun manajemen usaha," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Naziarto di Pangkalpinang, Kamis.
Selain itu, pemerintah juga mendukung permodalan bagi pelaku usaha melalui fasilitasi kredit lunak dengan bunga rendah, kerja sama dengan perbankan, dan mendorong perusahaan untuk mengucurkan program kepedulian bagi pelaku usaha.
Naziarto mengatakan, UMKM menjadi sektor yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Pada saat krisis 1998 dan pandemi, UMKM terus bertahan, berkiprah, dan melakukan usahanya sehingga menggerakkan ekonomi.
"Saat krisis, UMKM menjadi sektor yang mampu terus berkiprah dan berkembang. Karena itu kami terus berikan dukungan," ujarnya.
Sekda menambahkan bahwa pelaku UMKM mulai dari tingkat regional hingga nasional harus bersama-sama bergerak agar bisa mengatasi resesi ekonomi secara global yang kadang-kadang sulit ditebak penyebabnya.
Oleh sebab itu, Pemprov berharap dengan program yang dilakukan saat ini, dapat mendorong UMKM melek digital supaya lebih mudah dalam melakukan usaha melalui transaksi digital.
"Pelaku UMKM harus melek digital sehingga kita bisa bangkit dan bisa tumbuh untuk melaksanakan usaha agar menjadi UMKM tangguh dan hebat," katanya.
