Toboali (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung siap memberantas tambang inkonvensional (TI) apung ilegal yang beroperasi di laut dan telah meresahkan masyarakat pesisir di daerah itu.
"Dalam waktu dekat ini tim terpadu akan menertibkan TI apung ilegal yang beroperasi di laut Sukadamai," kata Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid di Toboali, Kamis.
Ia menjelaskan tim terpadu terdiri dari Distamben, Dinas Kelautan dan Perikanan, Satpol PP, TNI dan Polri akan menertibkan seluruh TI apung ilegal yang beroperasi di perairan daerah ini.
"Kita telah mendapatkan dukungan dari Menteri Kelautan dan Perikanan dan PT Timah (Persero) Tbk untuk segera menertibkan operasi tambang timah ilegal yang dinilai telah merugikan nelayan tradisional," katanya.
Ia mengatakan saat ini ratusan personil TNI Angkatan Laut dan Polri menyatakan siap menertibkan dan membongkar TI Apung ilegal, karena pemkab sudah mengeluarkan surat peringatan kepada pemilik TI untuk segera membongkar tambang-tambang apung itu.
Selain melakukan penertiban terhadap TI apung ini juga akan melakukan pendataan masyarakat dan pembongkaran tenda-tenda di pinggir Pantai Payak Ubi.
"Kita bersama RT dan RW akan membongkar seluruh tenda-tenda biru di sekitar Pantai Payak Ubi, guna mengantisipasi peredaran narkoba dan prostitusi di kawasan pantai itu," ujarnya.
Sementara itu Komandan Posmat TNI AL Toboali, Letda A Wibowo menyiapkan kapal perang jenis KAL di Belinyu Kabupaten Bangka Induk untuk menertibkan TI apung di perairan Bangka Selatan.
"Saat ini, kapal sudah bergeser dari Belinyu dan sudah memasuki perairan laut Bangka Selatan untuk melakukan penertiban terhadap TI apung ilegal," katanya.
