Toboali (Antara Babel) - Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya RI menyatakan Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung layak memiliki bandar udara karena kondisi daerahnya mendukung.
"Cukup layak dibangun bandara, karena jarak tempuh dari Jakarta ke Bangka Selatan hanya membutuhkan waktu 55 menit," kata Penasihat Menko Maritim dan Sumber Daya Ronnie Higuchi Rusli saat memantau Pelabuhan Sadai, di Toboali, Rabu.
Karena itu, kata dia lagi, diharapkan pemerintah daerah setempat segera menyampaikan rencana pembangunan ke depan kepada pemerintah pusat agar mempercepat realisasi pengembangan potensi daerah ini yang sangat besar.
"Kami tidak mengetahui dinamika yang ada di daerah, sehingga pemerntah daerah segera menyampaikan rencana pembangunan ke depannya," ujarnya lagi.
Menurut dia, pengembangan daerah ini tentu tidak terlepas dari peran swasta dan investor.
"Kita meyakini investor akan sangat tertarik berinvestasi bila iklim investasi di daerah ini kondusif," ujar dia.
Ia mencontohkan pembangunan jalan tol di Kalimantan dan Papua, mengingat potensi daerah yang besar dan didukung lingkungan yang kondusif.
"Pada prinsipnya kembali ke daerah, kami hanya bisa memberi dorongan kepada kementerian terkait lainnya seperti Bappenas dan Menteri Perhubungan untuk merealisasikan pembangunan bandara, pelabuhan laut dan lainnya untuk mendukung perekonomian masyarakat," katanya pula.
Bupati Bangka Selatan Justiar Noer mengatakan sudah membentuk tim untuk menyiapkan segala persiapan dan rencana ke depan terkait dengan pengembangan Pelabuhan Sadai.
"Kami sudah melakukan berapa kegiatan sebagai dasar pembangunan pelabuhan, dan secepatnya rancangan kegiatan ini akan disampaikan ke Kemenko Maritim dan Sumber Daya," katanya pula.
Ia berharap Menteri Koordinator Maritim dan Sumberdaya dapat membantu pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi pembangunan nasional di daerah ini.
