Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bangka Belitung (Babel) menggelar gathering wartawan pasar modal, dalam rangka menyebarluaskan informasi mengenai pasar modal dan peningkatan jumlah investor di Bangka Belitung.
"Terimakasih kepada teman media yang sudah mensuport bursa efek Indonesia di sepanjang tahun 2024 kemarin meski banyak tantangan tapi bisa kita lewati karena Babel provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah di Sumatera," kata Kepala KP BEI Bangka Belitung Fahmi Al Kahfi di Pangkalpinang, Jumat malam.
Ia mengatakan sepanjang tahun 2024 BEI Bangka Belitung sudah menggelar 572 kegiatan dan jumlah investor BEI di Babel sudah mencapai 63.264. Sedangkan jumlah investor pasar modal di Indonesia ada 14.805.066.
Angka ini memang cukup tinggi, namun jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia 272 juta jiwa, ini masih menjadi tantangan yang harus dimaksimalkan lagi oleh Bursa Efek Indonesia.
"Di Babel jumlah investor sudah 63.264 lumayan cukup, namun kita tetap harus mengejar angkanya karena jika 63 ribu dibanding dengan 1,5 juta jiwa penduduk Babel masih harus dimaksimalkan," ujarnya.
Sedangkan pertumbuhan investor di Bangka Belitung dari 2022 ke 2024 cukup signifikan dari 43.370 di 2022, 54.625 di tahun 2023 dan tahun 2024 mencapai 63.634. Kota Pangkalpinang mengalami pertumbuhan tertinggi dari kabupaten lainnya di Bangka Belitung.
Dari tujuh kabupaten kota yang ada di Bangka Belitung, kota Pangkalpinang yang dominan dengan jumlah investor 17.700 dan Bangka 14 ribu investor, Belitung 8.100, Bangka Tengah 6.500, Bangka barat 6.400, Bangka Selatan 5.400 dan belitung timur 5.800.
"Di 2022 dari 43 ribu ke 63 ribu. tumbuh sekitar 20 ribu. Kota Pangkalpinang tumbuh 28 persen, Bangka 22 persen, Bangka barat dan Bangka tengah 10 persen, Bangka Selatan 9 persen, Belitung Timur 8 persen dan Belitung 13 persen," terang Fahmi.
Ia menambahkan, hingga saat ini sudah ada 15 juta investor di Indonesia dan di tahun 2025 ini BEI Bangka Belitung menargetkan pertumbuhan investor mencapai 25.000.
"Semoga jumlah investor terus bertambah karena di tahun 2025 ini kita optimis dapat mencapai 25 ribu investor," ujarnya.
BEI Bangka Belitung akan semakin gencar melakukan kegiatan agar masyarakat Babel semakin sadar akan pentingnya berinvestasi, karena selain untuk masa depan juga untuk memerangi banyaknya investasi bodong.
"Jika masyarakat melek investasi, akan semakin mudah kita memerangi investasi bodong. Dari tahun ke tahun investasi bodong bisa dengan sendirinya di perangi masyarakat," tutup Fahmi.
