Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah Tbk telah menenggelamkan 1.475 unit transplantasi karang di laut dan perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung guna melestarikan lingkungan laut di wilayah operasional perusahaan itu.
"Penenggelaman transplantasi karang ini sebagai bagian program reklamasi laut PT Timah," kata Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan program reklamasi laut yang dilakukan perusahaan tidak hanya untuk menjaga ekosistem laut dan dampak ekologis tapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan wilayah operasional perusahaan lainnya.
"Program reklamasi laut merupakan langkah proaktif perusahaan dalam menjaga ekosistem laut, dilaksanakan secara berkelanjutan dan diharapkan dapat memberikan dampak bagi peningkatan ekologis maupun sosial ekonomi masyarakat," katanya.
Ia menyatakan laut merupakan salah satu ekosistem terpenting di bumi yang menyediakan sumber daya alam, mengatur iklim global, dan menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati.
"Kedepannya kegiatan reklamasi laut ini diharapkan bisa dikembangkan untuk mendukung pariwisata bawah laut," ujarnya.
Ketua Yayasan Sayang Babel Kite Indra Ambalika Syari mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan PT Timah untuk melaksanakan reklamasi laut sejak tahun 2017 dengan berbagai kegiatan seperti transplantasi karang, coral garden, fish shelter, atraktor cumi, restocking cumi, monitoring terumbu karang, mangrove dan biota laut di Pulau Bangka.
"Reklamasi laut yang dilakukan oleh PT Timah telah menjadi program pertama diterapkan di Indonesia. Program ini menunjukkan bahwa reklamasi laut menjadi kewajiban yang sudah layak diterapkan dalam dunia pertambangan. Dari kegiatan ini menjadi bahan pembelajaran berharga untuk diterapkan pada skala nasional," kata Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung.
