Pangkalpinang (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar pelatihan kerja untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan permasyarakatan (WBP).
"Kami berharap pelatihan ini menjadi bekal penting bagi warga binaan untuk hidup mandiri setelah bebas nanti," kata Plh Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang Al Ihsan di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan pelatihan kemandirian tahun ini merupakan kerja sama Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang dengan UPTD Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pertanian serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut dia, pelatihan tersebut sebagai wujud nyata pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta implementasi arahan dari Dirjen Pemasyarakatan.
Baca juga: Lapas - KPU Pangkalpinang sosialisasikan paslon pilkada ulang
Baca juga: Lapas Narkotika Pangkalpinang membangun warung telekomunikasi
"Program pelatihan ini juga mendukung visi Astacita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan," katanya.
Ia mengatakan para warga binaan akan mengikuti empat jenis pelatihan, yakni service ringan sepeda motor, las fabrikasi, tata boga dan budidaya sayur hidroponik di Lapas Narkotika Kelas II Pangkalpinang.
"Setiap pelatihan berlangsung selama tujuh hari dengan total 35 jam pelajaran dan diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung proses reintegrasi sosial serta memperkuat peran lapas sebagai lembaga pembina yang mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing," katanya.
Instruktur Pelatihan UPTD BLK Provinsi Kepulauan Babel Fahendra berharap warga binaan peserta pelatihan memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya.
"Kami berharap warga binaan mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Ini adalah peluang untuk memperbaiki masa depan," katanya.
Baca juga: Kementerian HAM Babel perkuat HAM WBP Lapas Narkotika
Baca juga: Lapas Narkotika Pangkalpinang kelebihan kapasitas
