Pangkalpinang (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia mendorong agar para pejabat di lingkungan pemerintah daerah se-Kepulauan Bangka Belitung menjadi teladan bagi masyarakat dalam mengatasi masalah sampah di daerah itu.
"Kita harus terus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan," kata Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Rasio Ridho Sani di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, saat ini masalah sampah ini tidak hanya terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetapi hampir di seluruh kota Indonesia, sehingga pemerintah daerah harus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk peduli terhadap sampah ini.
"Saat ini kesadaran masyarakat khususnya Kota Pangkalpinang Kepulauan Babel ini sudah meningkat dan ini harus lebih ditingkatkan lagi melalui tindakan, kebijakan para pejabat daerah ini untuk lebih peduli terhadap sampah ini," katanya.
Ia menyatakan, saat ini sampah yang masuk ke tempat pemerosesan akhir (TPA) di Kepulauan Babel didominasi sampah rumah tangga. Sekitar 50 persen lebih sampah di TPA merupakan sampah sisa makan dari rumah tangga.
Selanjutnya sampah plastik di TPA Kepulauan Babel sebesar 15 persen, kardus dan kertas 12 persen, kayu dan ranting 13 persen, sedangkan sampah logam dan lainnya hanya sekitar lima persen.
"Sebetulnya masalah sampah di Kepulauan Babel ini sudah teratasi, namun ada hal-hal yang harus diperbaiki lagi dalam pengelolaan sampah ini agar sampah ini bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi," katanya.
Menurut dia, edukasi masyarakat ini sangat penting, agar masalah sampah ini benar-benar diatasi dengan baik.
"Kita berharap gubernur, bupati, wali kota, dan seluruh pejabat serta ASN menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengatasi masalah sampah ini," katanya.
