Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), untuk menyamakan persepsi dan menentukan arah pengembangan bisnis koperasi di daerah itu.
“Hari ini kami mengumpulkan seluruh pihak yang terlibat, termasuk 63 koperasi dan pihak perbankan, untuk menyamakan arah dan tujuan program,” kata Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Kamis.
Ia menjelaskan terdapat tiga kendala utama yang dihadapi pengurus koperasi, yakni keterbatasan modal, aset, dan sumber daya manusia (SDM).
“Untuk permodalan, koperasi harus memiliki jaminan sesuai aturan perbankan. Rata-rata koperasi belum memiliki aset memadai dan SDM juga masih terbatas. Karena itu, kami akan mengadakan bimbingan teknis,” ujarnya.
Efrianda juga mendorong pemerintah desa dan kelurahan memberikan dukungan fasilitas sementara bagi koperasi yang belum memiliki tempat usaha.
“Kalau ada ruangan desa yang kosong, bisa dimanfaatkan untuk operasional koperasi,” katanya.
Menurut dia, beberapa koperasi seperti di Kecamatan Namang dan Desa Air Mesu sudah berjalan, namun belum optimal karena terkendala sarana, prasarana, dan modal.
“Koperasi ini adalah badan usaha yang memerlukan modal. Namun, pihak perbankan masih kesulitan memberikan dukungan karena terkendala aturan,” ujarnya.
Efrianda berharap rakor tersebut dapat menghasilkan solusi untuk mengatasi hambatan yang ada, sehingga seluruh koperasi bisa beroperasi maksimal.
“Kami juga sudah menyerahkan akta notaris pendirian koperasi dan seluruhnya telah rampung,” katanya.
