Tanjung Pandan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendatangkan investor dalam negeri ke provinsi ini untuk mengembangkan perkebunan kelapa.
"Saya datangkan investor dalam negeri untuk mengembangkan kebun kelapa di wilayah Pulau Bangka dan Pulau Belitung," kata Gubernur Babel Hidayat Arsani, saat melakukan kunjungan kerja, di Tanjungpandan, Kamis.
Ia menyebut nilai investasi perusahaan swasta dalam negeri itu di sektor perkebunan kelapa mencapai kurang lebih dari Rp1 triliun.
"Perusahaan itu nantinya tidak hanya mengembangkan kebun kelapa, tetapi juga mendirikan pabrik santan dan air kelapa kemasan di kawasan industri Suge Pegantungan," ujar Gubernur pula.
Hidayat Arsani mengatakan luas lahan yang berpotensi ditanami kelapa di Belitung mencapai seluas 48.000 hektare terdiri dari hutan kemasyarakatan (Hkm), hutan tanaman rakyat (HTR), dan lembaga pengelola hutan desa (LPHD) di wilayah UPTD KPHL Belantu Mendanau.
"Untuk tahap awal atau kebun percontohan perkebunan kelapa akan dibangun di Kecamatan Selat Nasik seluas 6.000 hektare," katanya pula.
Dia memastikan perkebunan kelapa itu dibangun di lahan yang mengantongi izin HTR yang selama ini tidak digarap dengan maksimal oleh masyarakat.
Menurut dia, saat ini masyarakat baik yang tergabung dalam kelompok perhutanan sosial dan kelompok yang lain mulai menyerahkan administrasi surat menyurat lahan atau kawasan untuk ditanami kelapa oleh PT Kebun Kelapa Indonesia.
"Karena perusahaan akan segera membangun pabrik dengan harapan pengembangan perkebunan kelapa dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Hidayat Arsani menegaskan.
Dalam pengembangan usaha ini, kata dia, masyarakat mendapat 20 persen setelah panen lima tahun ke depan, dan masyarakat di daerah itu diberdayakan sebagai pekerja di kebun perusahaan.
