Pangkalpinang (ANTARA) - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo memastikan jajaran kepolisian bersama TNI dan unsur Forkopimda akan mengawal serta mengamankan aksi unjuk rasa Aliansi Tambang Rakyat Bersatu yang dijadwalkan berlangsung di PT Timah Tbk, Senin (6/10).
"Kami pastikan aksi unjuk rasa berjalan aman. Konsep pengamanan yang dilakukan adalah persuasif dan humanis, dengan senyum, sapa, salam. Berangkat sehat dan aman, pulang juga sehat dan aman," kata Hendro usai rapat koordinasi bersama Forkopimda dan perwakilan DPD RI di Mapolda Bangka Belitung, Jumat (3/10).
Ia mengungkapkan sebanyak 850 personel gabungan TNI-Polri dan pengamanan internal PT Timah disiagakan. Namun, jumlah personel akan disesuaikan dengan besaran massa aksi yang hadir.
Hendro menjelaskan pihaknya telah memerintahkan para Kapolres dan Dandim di wilayah terkait untuk melakukan pengawalan sejak titik keberangkatan massa, jalur yang dilewati, hingga kembali ke daerah masing-masing.
"Harapan kami, aksi unjuk rasa dapat berjalan tertib, aman, dan kondusif. Semoga ada titik temu antara PT Timah dan masyarakat penambang rakyat yang menyampaikan aspirasinya," ujarnya.
Kapolda bersama jajaran juga meninjau langsung lokasi PT Timah untuk memastikan titik-titik strategis pengamanan. Dalam rapat koordinasi tersebut, hadir pula anggota DPD RI Bahar Buasan yang memberikan masukan terkait rencana aksi.
"Yang penting jangan sampai terjadi provokasi. Mari kita jaga Bangka Belitung agar tetap aman, tertib, dan kondusif," kata Hendro menegaskan.
