Pangkalpinang (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar latihan tempur terintegrasi yang melibatkan 41.397 prajurit dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Koopssus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, serta menguji kemampuan operasional dan sistem persenjataan terpadu (alutsista) TNI.
Komandan Korem 045/Garuda Jaya Kolonel Infanteri Nur Wahyudi di Pangkalpinang, Rabu, mengatakan latihan tempur juga mencakup penerjunan malam, penembakan SUL Wing dari pesawat F-16 TNI AU, terjun taktis Batalyon 501/Bajra Yudha Kostrad, latihan penindakan aksi penyelundupan yang melibatkan dua KRI TNI AL, serta latihan perebutan cepat oleh Koopssus TNI.
Dalam rangkaian latihan, Korem 045/Garuda Jaya di bawah Kodam II/Sriwijaya melaksanakan kegiatan serbuan teritorial sebagai bagian dari operasi teritorial TNI untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Kegiatan ini mencakup karya bakti, pembagian 1.150 paket sembako, pengobatan massal, donor darah, serta penyuluhan tentang bahaya penambangan ilegal dan alternatif mata pencaharian masyarakat.
"Latihan ini bertujuan mengukur kesiapsiagaan satuan TNI dalam menghadapi ancaman dan memperkuat kemampuan operasi tempur dan teritorial,” ujar Kolonel Nur Wahyudi.
Latihan tempur terintegrasi dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dan diharapkan meningkatkan kesiapan TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara, khususnya di wilayah Bangka Belitung.
Kegiatan tersebut ditinjau langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.
Peninjauan dilakukan dari Titik Tinjau Desa Mabat, Bangka, dan Desa Nadi, Bangka Tengah.
