Pangkalpinang (ANTARA) - Bank Sumsel Babel (BSB) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan "Diseminasi Layanan Kantor Cabang Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Selatan dan Bangka Belitung yang Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas" di Kantor Cabang Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (22/4) untuk memperluas akses layanan keuangan ramah disabilitas.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Sumsel Babel Riera Ecorhynalda mengatakan bahwa inklusi keuangan tidak hanya berhenti pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup perubahan cara pandang dalam memberikan layanan.

“Setiap nasabah berhak memperoleh pengalaman layanan yang setara dan bermartabat. Melalui penyediaan infrastruktur yang aksesibel serta penguatan kapasitas sumber daya manusia yang responsif, kami berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Selatan Tito Adji Siswantoro menegaskan komitmen OJK dalam mendorong lembaga jasa keuangan untuk menghadirkan layanan yang inklusif, baik secara fisik maupun digital. Hal ini sejalan dengan penerapan pedoman SETARA (Sarana Ekonomi Tangguh dan Ramah) sebagai acuan dalam membangun ekosistem keuangan yang adil dan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong inklusi ekonomi. 

“Sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan lebih merata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bank Sumsel Babel berharap dapat meningkatkan standar pelayanan yang inklusif dan berorientasi pada nilai kemanusiaan, tidak hanya di sektor perbankan, tetapi juga di berbagai sektor lain, di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.

Perwakilan komunitas penyandang disabilitas turut membagikan pengalaman positif atas kemudahan akses layanan di BSB, mulai dari fasilitas gedung yang ramah disabilitas, layanan ATM bagi penyandang tuna netra, hingga penyederhanaan prosedur administrasi melalui alternatif pengganti tanda tangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan menampilkan layanan dan simulasi transaksi yang menggambarkan alur layanan (customer journey) nasabah penyandang disabilitas secara menyeluruh, mulai dari kedatangan di area parkir, pendampingan oleh petugas, pemanfaatan layanan prioritas tanpa antrean, hingga penyelesaian transaksi di frontliner (teller dan customer service).

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong inklusi ekonomi.

“Sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan lebih merata dan berkelanjutan,” kata Candra.

Kegiatan ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Regulasi tersebut menekankan pentingnya kesetaraan akses dan perlindungan bagi seluruh konsumen, termasuk penyandang disabilitas.



Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026