"Kita sudah harus memulai kegiatan bersifat pemilihan langsung melalui lelang elektronik, sebagaimana arahan KPK," kata Erzaldi Rosman Djohan saat membuka sosialisasi regulasi penyelenggaraan nontender SPSE di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan untuk mempercepat kegiatan pengadaan barang dan jasa tersebut, pada Senin (25/2) Biro Layanan Pengadaan akan melakukan sosialisasi sistem kinerja penyedian barang dan jasa di Kota Pangkalpinang dan selanjutnya Belitung.
"Setiap aturan yang dikeluarkan ada dasarnya dan sangat jauh dari kepentingan pribadi. KPK tetap melakukan pengawasan, sehingga pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan aturan," ujarnya.
Menurut dia kegiatan lelang pengadaan barang dan jasa ini harus sesuai dengan aturan, agar pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat berjalan dengan baik, berkualitas dan bermanfaat. Oleh karena itu, akhir Februari tahun ini seluruh pejabat eselon empat, tiga dan dua harus sudah ada sertifikat pengadaan barang dan jasa ini.
Pejabat eselon wajib punya sertifikat, karena pejabat tersebut sebagai pelaksana yang bertanggung jawab dan mereka harus mengerti kebijakan dan aturan mengenai pengadaan barang dan jasa ini," katanya.
Ia menambahkan jika tidak mempunyai sertifikat pengadaan barang dan jasa, maka pejabat ini sama saja tidak mengerti. Untuk mendapatkan sertikat tersebut diberikan waktu hingga Februari. Ini semua sesuai dengan aturan.
"Kita mulai diawal bulan Maret. Masih ada waktu sekitar setengah bulan. Perusahaan yang mau mengikuti kegiatan harus memenuhi aturan," katanya.
Untuk kedepannya, Erzaldi menyarankan agar kegiatan yang mempunyai nilai di bawah Rp50 juta agar dikonsolidasikan ke Bappeda. Hal ini bertujuan mengurangi pekerjaan membuat laporan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sudarman dalam kesempatan itu bertanya terkait pengadaan bandwith dan Gubernur Erzaldi memaklumi jika telah dahulu dilaksanakan, namun perlu diinformasikan ke sekda. Begitu juga dengan kegiatan pengadaan obat-obatan di RSUD Soekarno.
"Ini tidak apa-apa dilaksanakan dulu, sebab bagaimana jika pasien datang tidak ada obatnya," ujarnya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.