Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiagakan seluruh BPBD kabupaten dan kota guna mewaspadai dan menangani bencana alam selama musim pancaroba dari kemarau ke hujan yang ekstrem.

"Kami sudah menyiagakan seluruh BPBD dan instansi terkait untuk mewaspadai banjir, longsor, angin puting beliung dan petir," kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan saat ini sudah masuki musim pancaroba atau masa peralihan musim kemarau ke hujan dan sudah beberapa kejadian cuaca ekstrem di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahkan cuaca ekstrem ini juga mengakibatkan tiang PLN roboh di Sumatera Selatan yang menghubungkan kabel bawah laut ke Pulau Bangka.

"Tiang PLN ini roboh akibat angin kencang, sehingga mengganggu pasokan listrik ke Pulau Bangka," katanya.
 
Selain itu, beberapa waktu lalu juga sudah terjadi banjir yang meredam ratusan rumah warga Desa Air Amau di Belitung dan sambaran petir di Bangka Tengah yang mengakibatkan satu orang tewas akibat sambaran petir tersebut.

"Saat hujan lebat disertai angin kencang, korban tersambar petir ini berteduh di bawah pohon dan nyawanya  tidak tertolong," katanya.

Ia menyatakan dalam mewaspadai berbagai bencana alam selama musim pancaroba ini, BPBD tidak hanya bersiaga tetapi juga menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk selalu waspadai jika terjadi hujan lebat ekstrem.

Selain itu, BPBD juga melakukan pembersihan sampah di saluran air masyarakat, agar tidak banjir dan genangan air apabila terjadi hujan lebat.

"Kami telah melakukan sosialisasi, edukasi dan menyiagakan seluruh BPBD dan unsur-unsur terkait lainnya dalam penanggulangan bencana selama musim pancaroba ekstrem ini," katanya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023