Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat Kepulauan Babel pada Juni 2025 mengalami inflasi year on year (y-on-y) 0,99 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,95 menjadi 104,98 pada Juni 2025.

"Sementara secara month to month (m-to-m), Babel mengalami deflasi 0,10 persen, karena penurunan indeks Juni terhadap Mei tahun ini," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan inflasi y-on-y (tahunan) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terjadi karena adanya kenaikan harga indeks kelompok pengeluaran, yaitu makanan, minuman dan tembakau naik 1,78 persen, pakaian dan alas kaki 0,96 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,35 persen.

Harga kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,38 persen, kesehatan 1,60 persen, transportasi sebesar 1,04 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,92 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,70 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,24 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau mengalami deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,37 persen dan pendidikan turun 9,78 persen.

Ia menyatakan komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap inflasi y-on-y, antara lain emas perhiasan, sigaret kretek mesin (SKM), minyak goreng, kopi bubuk, sepeda motor, akademi atau perguruan tinggi.

Selanjutnya ikan selar, ikan tongkol, mi kering instan, sigaret kretek tangan (SKT), mobil, ikan bulat, ikan ekor kuning, beras, cumi-cumi, sigaret putih mesin (SPM), daging ayam ras, kangkung, kelapa dan susu cair kemasan.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil terhadap deflasi y-on-y antara lain biaya pendidikan pada jenjang sekolah menengah atas, cabai merah, sawi hijau,
bawang merah, bensin, bawang putih, telepon seluler, susu bubuk untuk balita, wortel, kol putih, telur ayam ras, ikan singkur, tomat, bayam, sampo, tempe, ikan pari, sabun detergen bubuk, detergen cair dan kerudung.

"Komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap deflasi m-to-m antara lain biaya pendidikan pada jenjang sekolah menengah atas, cabai merah, sawi hijau, bawang putih, udang basah, ikan kembung, terong, bensin, bawang merah, jeruk, emas perhiasan, dan ikan selar," demikian Toto Haryanto Silitonga.

Pewarta: Aprionis

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025