Pangkalpinang (Antara Babel) - Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Provinsi Bangka Belitung pada 2013 tercatat sebesar 68,79 atau mengalami penurunan 0,58 poin dibanding 2012 yang mencapai 69,37.
"Meski mengalami penurunan, tingkat demokrasi di Babel masih tetap berada pada kategori sedang. Tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi baik dengan indeks lebih dari 80, 60-80 sedang dan kurang dari 60 buruk," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan, IDI merupakan indeks komposit yang disusun dari skor aspek kebebasan sipil 85,16, aspek hak-hak politik 50,60 dan aspek lembaga demokrasi sebesar 77,09.
"Dari data ID 2013 aspek hak-hak politik masih terdapat kecenderungan penyampaian aspirasi dalam bentuk demonstrasi yang dilakukan cara-cara kekerasan seperti merusak, memblokir, membakar dan melakukan penyegelan terhadap kantor-kantor pemerintahan," ujarnya.
Ia mengatakan, pada 2013 variabel yang mengalami peningkatan skor yakni kebebasan berkumpul dan berserikat yang naik 43,75 poin dari 56,25 menjadi 100, kebebasan berpendapat naik 48,33 poin dari 13,88 menjadi 62,21 poin, kemudian peran peradilan yang independen naik 5,00 poin dari 95,00 pada 2012 menjadi 100 poin pada 2013.
Sedangkan variabel yang mengalami penurunan skor yakni kebebasan berkeyakinan turun 7,95 poin dari 93,47 pada 2012 menjadi 85,77 poin pada 2013, kebebasan dari diskriminasi turun 6,08 poin dari 93,47 pada 2012 menjadi 87,39 poin pada 2013.
Diikuti kebebasan hak memilih dan dipilih yang turun sebesar 0,71 poin dari 50,02 pada 2012 menjadi 49,31 poin pada 2013, partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan turun 0,52 poin dari 52,40 pada 2012 menjadi 51,88 poin pada 2103, peran DPRD turun 19,62 poin dari 32,28 pada 2012 menjadi 19,54 poin pada 2013 dan peran partai politik turun sebesar 12,69 poin yaitu dari 96,25 pada 2012 menjadi 83,56 poin pada 2013.
Ia mengatakan, pada dasarnya IDI bertujuan untuk mengukur secara kuantitatif tingkat perkembangan demokrasi. Dari indeks tersebut akan terlihat perkembangan demokrasi.
"Pengumpulan data IDI mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif sebagai tahapan yang saling melengkapi," ujarnya.
