"Gasing selama ini masih sekedar eksebisi, kami harapkan ke depan bisa masuk dalam pertandingan resmi PON yang memperebutkan medali, karena olah raga ini sudah ada standar baku dan memenuhi berbagai syarat lain,"Muntok (Antara Babel) - Ketua Persatuan Gasing Seluruh Indonesia (Pergasi) mengharapkan olah raga tradisional gasing dipertandingkan dalam Pekan Olah raga Nasional seiring pesatnya perkembangan salah satu permainan warisan leluhur tersebut di seluruh Indonesia.
"Gasing selama ini masih sekedar eksebisi, kami harapkan ke depan bisa masuk dalam pertandingan resmi PON yang memperebutkan medali, karena olah raga ini sudah ada standar baku dan memenuhi berbagai syarat lain," kata Ketua Pergasi Agus Madjani di Muntok, Rabu.
Hal ini dikatakan Agus Madjani saat berkunjung ke Muntok, Kabupaten Bangka Barat menyaksikan lomba gasing yang diselenggarakan dalam memeriahkan HUT Kota Muntok ke 280.
Agus mengharapkan, berkembangnya olah raga tradisional khas melayu di seluruh Indonesia bisa menjadi pertimbangan khusus Kementerian Pemuda dan Olah raga dan Komite Olah raga Nasional Indonesia untuk memasukkan gasing sebagai salah satu cabang yang dipertandingkan dalam setiap pagelaran PON.
"Kami berharap Kemenpora dan KONI peduli masalah ini, toh olah raga tradisional sepak takraw juga bisa masuk dalam PON, bahkan diakui di tingkat internasional," katanya.
Ia mengatakan, saat ini memang yang menjadi kendala utama adalah standar baku jenis dan berat gasing karena buah gasing terbuat dari kayu yang memiliki berat dan kekuatan yang tidak sama antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Namun, menurut dia, jika diseriusi kendala tersebut bisa diatasi dengan membuat buah gasing berbahan sintetis di pabrik sehingga bisa sama bentuk dan beratnya untuk pertandingan resmi.
"Kami harapkan Kemenpora peduli dengan olah raga tradisional ini karena roh dari olah raga tersebut sebenarnya adalan mengedepankan persahabat dan persatuan, dalam permainan gasing tidak pernah ada perselisihan karena aturannya sudah baku di seluruh daerah dan beberapa negara asia tenggara," kata dia.
Ia mengatakan, dimasukkannya gasing dalam PON diharapkan akan mampu menjaga tradisi lokal yang sarat akan makna persahabatan dan persatuan bangsa.
"Jika masuk PON tentu akan banyak atlet kampung yang akan unjuk gigi di kancah nasional dan internasional," katanya.
Selain itu, dari gasing juga memiliki nilai ekonomi tinggi dan akan menjadi lahan bisnis luar biasa yang tentunya akan berdampak pada menggeliatnya ekonomi perajin gasing di daerah.
"Keinginan untuk masuk dalam PON ini merupakan desakan dari seluruh pengurus cabang yang saat ini sudah terbentuk di hampir seluruh provinsi, kami harapkan Kemenpora dan KONI menindaklanjuti keinginan ini," katanya.
Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026