Saat ini hasil tangkapan ikan nelayan berkurang drastis karena kondisi cuaca di perairan memburuk, sehingga potensi peredaran ikan berfomalin cukup tinggi."Pangkalpinang (Antara babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan melakukan inspeksi mendadak ikan berformalin untuk mencegah peredaran ikan berbahaya selama hasil tangkapan nelayan berkurang.
"Saat ini hasil tangkapan ikan nelayan berkurang drastis karena kondisi cuaca di perairan memburuk, sehingga potensi peredaran ikan berformalin cukup tinggi," kata Kabid Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya DKP Babel Kristializar di Pangkalpinang, Selasa.
Saat ini, kata dia, pihaknya telah membentuk tim sidak terdiri dari Polri, Disperindag dan Dinas Kelautan dan Perikanan yang tersebar di kabupaten/kota.
"Dalam waktu dekat ini kita akan turun ke sejumlah pasar tradisional dan tempat pelelangan ikan," ujarnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan membentuk pos pengaduan ikan berformalin di sejumlah pasar tradisional, untuk memudahkan masyarakat mengadukan penemuan atau mengetahui ikan yang dapat mengganggu kesehatan tersebut.
Menurut dia saat ini sebagian besar nelayan tradisional tidak melaut, sehingga persediaan ikan segar di masyarakat berkurang drastis.
"Biasanya kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh nelayan luar daerah untuk mengedarkan ikan-ikan mengandung pengawet kimia untuk mendapatkan keuntungan besar dengan merugikan kesehatan masyarakat daerah ini," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, diimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada dengan teliti sebelum membeli ikan tersebut.
"Biasanya ikan berformalin ini tidak dihinggapi lalat, tidak berbau anyir, daging ikan keras dan ikan tersebut dijual murah," ujarnya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.