"Saat ini hasil kerapu nelayan masih kurang untuk memenuhi permintaan pasar nasional dan internasional yang cukup tinggi,"Pangkapinang (Antara Babel) - Ikan kerapu jenis macan hasil bdidaya nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil menembus pasar Hong Kong, sehingga meningkatkan minat nelayan tradisional untuk mengembangkan ikan ekspor tersebut.
"Saat ini hasil kerapu nelayan masih kurang untuk memenuhi permintaan pasar nasional dan internasional yang cukup tinggi," kata Kasi Produksi dan Pengandalian Budi Daya Ikan DKP Babel, Winarso di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan saat ini pengembangan budidaya kerapu hanya dilakukan di Kabupaten Bangka Selatan dan Belitung dengan produksi yang kurang memadai untuk memenuhi permintaan pasar.
Produksi ikan kerapu nelayan Belitung pada 2014 hanya 52 ton dan Bangka Selatan sebanyak 45 ton. Sementara permintaan pasar mencapai 1.000 ton per tahun.
"Kita terus berupaya untuk meningkatkan minat nelayan untuk memelihara dan pembesaran ikan kerapu ini, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi untuk menambah pendapatan nelayan," ujarnya.
Menurut dia selama ini nelayan masih terfokus dengan usaha penangkapan ikan dan belum berminat mengembangkan usaha pembudidayaan ikan laut, sehingga mereka sulit meningkatkan kesejahteraan keluarga, apalagi saat kondisi cuaca di perairan memburuk.
"Selama kondisi cuaca di perairan memburuk, nelayan bisa fokus merawat dan membesarkan ikan kerapu, sehingga mereka tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, diimbau nelayan untuk mulai membuka usaha pembesaran kerapu ini untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan keluarganya.
"Kami siap membantu nelayan dalam mengembangkan usaha pembesaran kerapu ini, misalnya bantuan kerambah apung, bibit dan pelatihan lainnya," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026