Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar pelatihan dokter kecil bagi murid SD di Kecamatan Namang dan Pangkalanbaru.
"Pelatihan dokter kecil atau dokter cilik ini dalam rangka melakukan pengenalan dini tentang dunia kesehatan bagi kalangan usia dini," kata Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman usai membuka kegiatan tersebut di Koba, Selasa.
Bupati menjelaskan, pelatihan dokter kecil ini sebagai edukasi dini bagi kalangan pelajar agar dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah, di rumah dan di lingkungan sekitarnya.
"Ini juga untuk menumbuhkan kesadaran pelajar dalam berprilaku hidup sehat, agar dapat menolong diri sendiri dan sesama teman," ujarnya.
Dalam jangka panjang, kata dia, kegiatan pelatihan dokter kecil ini dapat menumbuhkan minat mereka dalam memilih pendidikan kedokteran.
"Kita membutuhkan banyak tenaga kesehatan terutama tenaga dokter, dengan pelatihan ini tentu dapat menumbuhkan minat anak-anak kita untuk menjadi seorang dokter," ujarnya.
Menurut dia, peluang peluang menjadi dokter semakin besar karena Universitas Bangka Belitung sudah memiliki program studi Kedokteran.
"Anak Bangka Tengah pasti mampu menjadi seorang dokter, apalagi sudah ada Universitas Negeri di Bangka Belitung membuka peluang menjadi seorang dokter, sehingga pelatihan ini menjadi kepedulian kita terhadap anak Bangka Tengah," ujar Algafry.
Pelatihan ini merupakan pelaksanaan program pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada kegiatan fasilitas pengelolaan bina mental spiritual pemerintah daerah Kabupaten Bangka Tengah Tahun Anggaran 2023.
"Ini merupakan usaha kesehatan sekolah/madrasah (UKSM), kita ingin memacu semangat anak didik menjadi dokter cilik," ujarnya.
Ketua TP PKK Bangka Tengah Eva Algafry yang juga berprofesi sebagai seorang dokter mengatakan, bahwa pelatihan dokter kecil ini sebenarnya rutin digelar di setiap Puskesmas.
"Namun terkendala anggaran, maka ke depan kegiatan seperti ini langsung diambil alih oleh bagian Kesra Pemkab Bangka Tengah," ujarnya.
Ia mengatakan, materi yang disampaikan dalam pelatihan dokter kecil kali ini adalah kesehatan mulut dan gigi dan pertolongan pertama terhadap pasien yang mengalami luka.
"Melalui kegiatan ini, setidaknya anak didik bisa menjadi promotor kader kesehatan yang bisa merangkul teman-temannya, karena kalau digerakkan sesama anak-anak sebaya akan lebih mudah merangkul teman-teman yang lain," ujarnya.
