Sungailiat (ANTARA) - Sekolah Menengah Atas (SMA) Setia Budi Sungailiat Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melestarikan musik Tanjidor Tionghoa sebagai budaya lokal dengan memperkenalkannya kepada pelajar.
"Melestarikan musik Tanjidor Tionghoa sebagai budaya lokal dianggap penting, karena musik jenis itu jarang ditampilkan di tengah masyarakat," kata Kepala SMA Setia Budi Sungailiat Bangka Johan di Sungailiat, Kamis.
Ia mengatakan pelestarian musik Tanjidor Tionghoa di lingkungan lembaga pendidikan melalui "Harmoni Budaya, Lantunan Kebhinekaan" merupakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
"Saya berharap dengan penampilan musik Tanjidor Tionghoa akan mendekatkan pelajar untuk lebih mengenal budaya lokal sehingga tertarik untuk mempelajarinya," jelas dia.
Ia mengatakan musik Tanjidor Tionghoa akan dimasukkan ke dalam pendidikan ekstrakurikuler baru di lembaga pendidikan SMA Setia Budi.
"Dengan dimasukkan musik Tanjidor Tionghoa sebagai kegiatan musik Tanjidor Tionghoa, siswa akan lebih terarah dan mudah untuk mempelajari," kata Johan.
Johan mengakui musik Tanjidor Tionghoa yang ditampilkan pada pagelaran itu didatangkan langsung dari grup musik dari Parit Tiga Jebus, Bangka Barat.
"Meskipun didatangkan dari luar kabupaten, tetapi musik Tanjidor Tionghoa yang dibentuk sejak tahun 1947, mempunyai kesamaan makna dari warisan Tionghoa," ujar dia.
Dia optimis dengan banyaknya siswa mempelajari musik Tanjidor Tionghoa ke depan, seni musik tradisional tersebut makin banyak dikenal masyarakat luas.
