Manggar, Babel (ANTARA) - Pawai pembangunan yang diikuti sebanyak 116 regu untuk memeriahkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, mengusung tema budaya dan keberagaman, sebagai bentuk kecintaan terhadap NKRI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Pawai yang dilepas dari Lapangan Bola Taruna Manggar, Sabtu, itu disaksikan ribuan warga yang memenuhi sepanjang rute. Peserta terdiri atas Paskibraka Beltim, pelajar SD, SMP/MTs, SMA sederajat, paguyuban, perangkat daerah, serta organisasi masyarakat. Mereka menampilkan kreasi, atraksi seni, budaya, dan parade pembangunan yang mencerminkan kebersamaan dan keberagaman masyarakat.
Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten mengapresiasi partisipasi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk semangat persatuan dan bela negara.
“Semangat masyarakat luar biasa, dari anak-anak sekolah hingga berbagai lapisan ikut serta dalam pawai pembangunan ini,” ujarnya.
Kamarudin yang hadir bersama Wakil Bupati Khairil Anwar, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, dan perwakilan Kejari Beltim menilai pawai tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana memotivasi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif.
“Pawai tahun ini merupakan bagian dari perayaan kemerdekaan yang mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan kreativitas yang inovatif,” katanya.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Beltim Febby Sandranita mengatakan pawai pembangunan bertujuan meningkatkan semangat nasionalisme, menumbuhkan kreativitas dalam menyampaikan pesan pembangunan, mempererat silaturahmi, serta menjadi sarana edukasi dan hiburan bagi masyarakat.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Beltim Febby Sandranita mengatakan pawai pembangunan bertujuan meningkatkan semangat nasionalisme, menumbuhkan kreativitas dalam menyampaikan pesan pembangunan, mempererat silaturahmi, serta menjadi sarana edukasi dan hiburan bagi masyarakat.
"Kegiatan ini terus dilestarikan setiap tahun, karena selain menjadi ajang unjuk bakat dan potensi daerah, pawai juga dapat memperkuat identitas budaya masyarakat Belitung Timur di tengah arus globalisasi," ujarnya.
