Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengintensifkan program sistem keamanan lingkungan (siskamling) di setiap desa untuk menjaga kondusivitas dan ketertiban masyarakat.
"Saya sudah meminta para camat dan kepala desa membentuk serta mengaktifkan pos kamling dengan melibatkan masyarakat setempat," kata Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman usai safari Jumat di Kecamatan Lubuk Besar.
Menurut dia, pengaktifan kembali siskamling sejalan dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri sebagai upaya memperkuat keamanan di tingkat desa dan kelurahan.
"Melalui RT, lurah, dan kepala desa, mari kita hidupkan kembali siskamling untuk menjaga keamanan kampung kita," ujar Algafry.
Menurut dia, siskamling memiliki peran penting karena masyarakat adalah pihak yang paling mengetahui kondisi lingkungannya.
"Tugas menjaga keamanan bukan hanya milik Polri dan TNI, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga," katanya.
Program siskamling di Bangka Tengah akan dilengkapi dengan jadwal ronda malam yang disusun secara bergilir, melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan aparat desa.
Pemerintah daerah juga mendorong peran aktif Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mendampingi pelaksanaan siskamling, sehingga terbangun sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan.
"Dengan langkah ini, kita berharap potensi gangguan keamanan dapat ditekan sekaligus menumbuhkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat," ujarnya.
