Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan serangan hama dan penyakit tanaman (HPT) masih menjadi tantangan bagi masyarakat petani lada putih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengembalikan kejayaan komoditas unggulan daerah itu.
"Hama penyakit tanaman ini masih menjadi momok bagi petani untuk mengembangkan perkebunan lada ini," kata Peneliti Ahli Utama BRIN Prof. Dr.Ir Risfaheri saat memberikan materi FGD Mengembalikan Kejayaan Lada Putih Babel secara daring diikuti di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan dalam mengembalikan kejayaan lada putih Kepulauan Bangka Belitung atau lebih dikenal di pasar dunia Muntok White Pepper, hama penyakit tanaman ini masih menjadi salah satu tantangan pemerintah daerah dan petani dalam meningkatkan produksi lada putih ini.
"Serangan penyakit Hytophthora capsica (BPB) dan nematoda ini mengakibatkan produktivitas tanaman lada ini menurun drastis," katanya.
Baca juga: BRIN: Petani lada banyak beralih jadi penambang timah
Baca juga: UGM bantu Bangka Belitung tangani masalah sampah plastik
Ia menyatakan tantangan lainnya dalam meningkatkan produksi lada putih di Kepulauan Babel ini yaitu perawatan tanaman tidak optimal dan sangat tergantung pada fluktuasi harga lada di pasar.
"Pemerintah harus memberikan teknologi yang bagus dalam pengembangan, pengolahan dan perawatan tanaman lada ini. Kondisi perawatan tanaman yang tidak optimalkan cukup membahayakan, karena masa panen lada cukup lama sehingga dapat mempengaruhi produksi lada ini," katanya.
Menurut dia saat ini produktivitas lada putih Bangka Belitung mengalami penurunan hanya 700 kilogram per hektare dibanding tahun-tahun sebelumnya mencapai 1 ton per hectare.
"Produktivitas lada ini jauh lebih rendah jika dibandingkan produktivitas lada Vietnam mencapai 2,5 hingga 3 ton per hektare," katanya.
Baca juga: Pangkalpinang kirim sampel manggis klabang terancam punah ke BRIN
