Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyiapkan 17 lahan yang dinyatakan memenuhi syarat untuk pembangunan gerai Koperasi Merah Putih (KMP).
"Dari 63 desa/kelurahan, ada 17 lahan yang sudah siap, sementara sisanya akan kami kolaborasikan bersama pemerintah desa dan pemangku kepentingan,” kata Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Senin.
Efrianda mengakui perkembangan program belum optimal karena pemerintah daerah masih menunggu kejelasan regulasi terkait sumber pembiayaan.
“Belum ada aturan jelas apakah menggunakan dana desa, APBD atau skema lain. Meski begitu, kami tetap mendorong agar program dapat berjalan baik,” kata Efrianda.
Kepala Disperindagkop UKM Bangka Tengah Irwandi, mengatakan spesifikasi lahan yang diusulkan minimal seluas 1.000 meter persegi dan berada di lokasi strategis.
"Dari total 63 desa dan kelurahan, hanya 17 lahan yang memenuhi kriteria tersebut karena terkendala luas lahan yang masih kurang dan tidak strategis," ujarnya.
Pihaknya telah memperoleh informasi bahwa lahan kurang dari 1.000 meter persegi tetap dapat dipertimbangkan.
"Saat ini, kami menunggu legalitasnya, baik berupa surat edaran maupun aturan lainnya,” ujarnya.
Ia menyebut dua gerai telah mulai dibangun di Desa Celuak dan Kurau Timur, sementara gerai di Namang telah lebih dulu beroperasi.
“Dari 17 lahan yang siap, dua sudah mulai dibangun dan gerai yang telah beroperasi baru di Namang. Pembiayaan saat ini masih difokuskan pada pembangunan sehingga operasional belum maksimal,” kata Irwandi.
