Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun ini menyiapkan sebanyak 38 kegiatan adat dan budaya sebagai salah satu bentuk keseriusan terhadap upaya pelestarian kebudayaan yang ada di masyarakat.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ferhad Irvan di Mentok, Rabu, mengatakan fasilitasi kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal sekaligus upaya memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus menggelar kegiatan budaya dan pariwisata sehingga perekonomian semakin tumbuh.
"Kegiatan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan kelompok masyarakat ini akan terus kita kembangkan untuk pelestarian adat dan budaya, hal ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas daya tarik wisata, khususnya dari bidang kebudayaan," katanya.
Sebanyak 38 kegiatan tersebut, yaitu pada Januari digelar Pesta Adat Pusuk (Kecamatan Kelapa), Dodol Bergema Penyampak (Tempilang), Februari kegiatan Ceriak Nerang Desa Bukit Terak (Simpangteritip), Pesta Adat Perang Ketupat (Tempilang) Pawai Obor 3.000 Culok (Mentok).
Pada Maret disiapkan kegiatan Api Likur Mancung (Kelapa), Pawai Obor Parade Bedug (Kelapa), Sedekah Kampung Limbung (Jebus), sedangkan pada April Sedekah Bumi Peraceh (Simpangteritip), Pesta Adat Dusun Rajek (Simpangteritip), Pesta Adat Dusun Belar (Simpangteritip), pada Mei kegiatan Khitanan Massal Airlimau (Mentok), Khataman Qur'an Airbelo (Mentok), Khitanan Massal Mislak (Jebus), Khitanan Massal Ketab (Jebus), Khitanan Masal Kapit (Parittiga), Adat Cukur Rambut Desa Semulut (Parittiga) dan Ziarah Kute Seribu di Mentok.
Pada bulan Juni 2026, telah disiapkan kegiatan Sedekah Gunung Pelangas dan Taber Laot Desa Rambat di Kecamatan Simpangteritip, kemudian Sedekah Kampung Terentang (Kelapa), Pesta Adat Kacung (Kelapa), Haul Syech KH. Chotamarrasyid (Parittiga), sedangkan pada Juli digelar Khitanan Massal Desa Ranggiasam (Jebus).
Pada bulan Agustus akan digelar kegiatan Rebo Kasan Desa Bukitterak (Simpangteritip), Sedekah Kampung Kundi Bersatu (Simpangteritip), Sedekah Kapuong Simpangtiga (Simpangteritip), Rebo Kasan Air Nyatoh (Simpangteritip), dan Rebo Kasan Teluk Limau (Parittiga).
Selanjutnya, pada September disiapkan kegiatan Sembahyang Rebut Mentok, Sembahyang Rebut Dusun Anyai (Simpangteritip), Sembahyang Rebut Pelangas (Simpangteritip), Sembahyang Rebut Dusun Tayu (Jebus), Sembahyang Rebut Dusun Kelabat Darat (Parittiga), Sembahyang Rebut Parit-4 (Parittiga), Sembahyang Rebut Pecinan Bakit (Parittiga), dan Pesta Adat Suku Jerieng di Pelangas (Simpangteritip).
"Berdasarkan jadwal yang kita susun, kegiatan adat dan budaya tahun ini akan ditutup dengan pelaksanaan Sunat Massal Desa Rukam di Jebus yang rencananya digelar November," katanya.
Menurut dia, tidak menutup kemungkinan masih ada kegiatan lain yang akan digelar di luar kalender yang sudah ditetapkan awal tahun ini karena masih ada banyak kegiatan adat dan budaya yang biasa digelar mandiri oleh kelompok masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap kebiasaan peninggalan para leluhur.
