Bangka Barat (ANTARA) - Utusan Kedutaan Besar Australia mengunjungi Museum Timah Indonesia (MTI) Mentok Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai rangkaian memperingati Tragedi Perang Dunia II di daerah itu.
"Kunjungan Utusan Kedubes Australia ini sebagai Langkah awal memperingati Tragedi Perang Dunia II," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Fakhriansah di Mentok, Rabu.
Ia mengatakan Utusan Kedutaan Besar Australia yang dipimpin Asisten Atase Pertahanan Kedutaan Besar Australia, William Lang bersama dua staf kedutaan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan dengan Perang Dunia II.
Lokasi yang dikunjungi rombongan Utusan Kedubes Australia tidak hanya MTI Mentok tetapi Monumen Peringatan Tanjung Kalian, Pantai Raji sebagai pusat peringatan, Bukit Menumbing, Museum Perdamaian Mentok, Wisma Ranggam, SD Negeri 1 Mentok.
"Kunjungan ini merupakan bagian dari survei awal menjelang agenda peringatan Tragedi Perang Dunia II yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Mentok Bangka Barat pada 16 Februari nanti," katanya.
Menurutnya, Museum Timah Indonesia Mentok menjadi salah satu lokasi penting karena menyimpan bukti sejarah yang masih dapat dilihat secara langsung hingga saat ini.
“Di Museum Timah Indonesia terdapat jejak sejarah yang nyata. Ini menjadi sarana edukasi sekaligus bukti sejarah tragedi Perang Dunia II pada Februari 1942 yang ingin ditunjukkan kepada keluarga korban maupun masyarakat Australia secara umum,” katanya.
Ia menyatakan agenda peringatan Tragedi Perang Dunia II merupakan agenda tahunan Pemerintah Australia. Selain tujuan ibadah dan penghormatan kepada para korban, kunjungan ini juga menjadi bagian dari wisata sejarah.
“Karena ini agenda tahunan, tentu mereka berharap mendapat sambutan yang baik. Di sisi lain, mereka juga kami anggap sebagai wisatawan yang harus dilayani dengan optimal agar tujuan kunjungan dapat tercapai,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa pada kunjungan-kunjungan sebelumnya, Pemerintah Australia turut memberikan kontribusi sosial, seperti bantuan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) serta beasiswa bagi mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB).
Lebih lanjut, Fakhriansah berharap PT Timah Tbk melalui pengelola Museum Timah Indonesia Mentok dapat kembali memberikan dukungan dan pelayanan terbaik pada peringatan Tragedi Perang Dunia II tahun 2026.
“Pada tahun-tahun sebelumnya, Museum Timah Indonesia selalu menyambut baik kedatangan perwakilan Kedubes Australia maupun keluarga korban. Harapan kami, pada tahun 2026 ini PT Timah Tbk kembali memberikan pelayanan terbaik di Museum Timah Indonesia Mentok,” harapnya.
