Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara gencar mengampanyekan pencegahan stunting di daerah itu guna menurunkan angka kasus kurang gizi pada balita.
"Gerakan aksi cegah kasus stunting tidak hanya di daerah lokasi fokus, melainkan dilakukan yang sama di daerah lain guna menghindari dampak jangka panjang yang dapat berpengaruh pada kualitas generasi di masa mendatang," kata Bupati Bangka Fery Insani di Sungailiat, Jumat, saat kegiatan kampanye cegah stunting tingkat kabupaten tahun 2026.
Ia mengatakan bahwa mempercepat penurunan kasus stunting menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Bangka dengan memperkuat peran kerja sama semua pihak.
"Untuk menurunkan angka stunting tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah saja, harus mendapat dukungan penuh dari pihak lain seperti, swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat, BUMN, BUMD dan pihak yang lain," kata dia.
Fery Insani mengatakan kampanye cegah stunting hendaknya dilakukan konsisten dan berkelanjutan melalui pengembangan pesan, pemilihan saluran komunikasi, termasuk media dalam jaringan, pengukuran dampak efektif dan efisien, dan tepat sasaran.
"Kampanye stunting dikembangkan dengan memperhatikan keragaman sosial dan budaya masyarakat dan bukti keberhasilan intervensi," ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, jumlah balita stunting 255 anak, sedangkan terhitung hingga Desember 2025 turun menjadi 238 anak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Anggia Murni mengatakan dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa, pihaknya memaksimalkan peran kader di semua posyandu yang merupakan wadah pelayanan kesehatan dasar yang dibentuk masyarakat.
"Kader posyandu memberikan edukasi ke masyarakat mengenai hidup bersih dan sehat sampai risiko kesehatan bagi nikah di usia dini," kata dia.
Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026