Sungailiat (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membina relawan di semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah itu agar tetap menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan.

"Sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN) di daerah, kami memberikan pembinaan ke semua relawan SPPG," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Anggia Murni di Sungailiat, Selasa.

Ia mengatakan, pembinaan lebih ditekankan pada penerapan teknis seperti materi pelatihan yang pernah relawan ikuti sebelum SPPG itu beroperasi.

"Relawan harus menerapkan materi yang pernah didapat saat mengikuti pelatihan awal penjamah makanan seperti cara menyiapkan, mengemas, termasuk menyajikan makanan yang akan didistribusikan ke sekolah," jelas dia.

Anggia mengatakan pihaknya juga melakukan inspeksi lingkungan terkait pengelolaan sampah, limbah, kualitas air, dan sanitasi guna memastikan layanan SPPG memenuhi standar.

"Sampai saat ini tim kami di lapangan belum menemukan masalah layanan di SPPG, semua berjalan sesuai standar ketentuan yang ditetapkan pemerintah," katanya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kabupaten Bangka Boy Yandra menyebut sampai akhir Januari 2026 tercacat sembilan SPPG sudah beroperasi mendistribusikan MBG untuk puluhan ribu siswa.

Sembilan SPPG di Kabupaten Bangka yang beroperasi yakni, SPPG Pemali, SPPG Parit Pekir, SPPG Imam Bonjol, SPPG Air Anyut, SPPG Kuto Panji Belinyu, SPPG Polda Babel di Merawang, SPPG Parit Padang, SPPG Air Ruay, dan SPPG Bukit Ketok Belinyu.

Dia mengatakan, selain sembilan SPPG yang sudah beroperasi, terdapat empat SPPG dalam waktu dekat juga akan beroperasi melayani distribusi MBG yakni SPPG Nangnung, SPPG Kampung Gudang Belinyu, SPPG Mendo Barat Kace 1, dan SPPG Mendo Barat Kace 2.

"Ditargetkan sampai akhir tahun akan ada 31 SPPG di Kabupaten Bangka," kata Boy Yandra.



Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026