Pangkalpinang (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan upaya mencegah lonjakan permintaan minyak goreng menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah dengan memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota.

"Kita selalu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Babel bersama Pemkab/kota untuk menjaga ketersediaan minyak goreng di masyarakat, terutama pada saat menjelang hari besar keagamaan yang tentunya permintaan konsumen meningkat," kata Pimpinan Perum Bulog Cabang Bangka Ahmad Mukromin di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan, saat ini stok minyak goreng di Gudang Bulog mencapai 41,279 ton, terdiri dari minyak goreng Fortune 11,99 ton dan Minyakita 29,28 ton.

Ahmad menyebutkan persediaan minyak goreng di gudang Bulog terbatas untuk mencukupi kebutuhan konsumen di wilayah kerja Perum Bulog Bangka yang mencakup empat kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang.

Untuk itu, lanjutnya, distribusi minyak goreng diprioritaskan ke pasar tradisional guna menjaga kestabilan harga.

"Untuk minyak goreng kuota terbatas, jadi dibagi sesuai kebutuhan dan diutamakan ke pasar-pasar supaya bisa menjaga harga agar tidak terlalu mahal," ujarnya .

Selain stok minyak goreng, Perum Bulog Cabang Bangka juga memiliki persediaan tepung terigu Mila sebanyak dua ton dan gula pasir PSM 8.395 kilogram.

Ia memastikan harga minyak goreng, tepung terigu dan gula pasir stabil karena ketersediaan dan pasokan dari luar daerah lancar.

"Ada kendala di pasokan hortikultura atau sayuran dan buah-buahan, terutama dari Medan dan Padang karena banjir yang terjadi," katanya.

Namun, kendala tersebut, juga dapat diatasi karena pedagang telah memasok sayuran dan buah-buahan dari Jakarta, dan distribusi juga berjalan lancar karena kondisi ombak membaik.

"Kemarin kami sudah ke pasar-pasar, alhamdulillah tidak ada kenaikan harga untuk beras dan minyak. Untuk hortikultura sempat berkurang pasokan, tapi sekarang sudah mulai lancar," katanya.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta/Elza Elvia
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026