Muntok, 5/9 (Antara) - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan
Olahraga Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung mengatakan sampai saat ini belum semua sekolah di daerah itu menerima buku kurikulum 2013 (K-13).
"Mulai tahun ajaran 2014/2015 seluruh sekolah di Bangka Barat sudah melaksanakan Kurikulum 2013, namun sampai saat ini masih banyak sekolah yang belum menerima buku tersebut, padahal berdasarkan informasi dari penyedia, seluruh buku sudah tercetak," ujar Kepala Disdikpora Kabupaten Bangka Barat Rukiman di Muntok, Jumat.
Ia mengatakan informasi tercetaknya seluruh buku paket untuk seluruh tingkatan pendidikan sudah lama sejak sebelum libur kenaikan kelas, namun kenyataannya sampai saat ini masih ada kekurangan pengiriman.
Menurut dia, keterlambatan ini jelas berpengaruh pada proses belajar mengajar, meskipun sudah disediakan anggaran khusus di seluruh sekolah untuk penggandaan buku sendiri atau foto kopi.
"Kami khawatir proses belajar mengajar tidak maksimal dengan materi pelajaran berbentuk foto kopi, anak-anak akan lebih mantap belajar jika menggunakan buku," kata dia.
Selain tidak maksimal dalam proses belajar mengajar, kata dia, dari sisi anggaran yang digunakan seluruh sekolah juga akan membengkak, karena mereka harus mengeluarkan anggaran penggandaan.
"Kalau dihitung-hitung antara harga buku murah ditambah biaya penggandaan swadaya sekolah, mungkin harganya akan sama dengan buku yang ada di toko-toko buku," kata dia.
Dengan penghitungan itu, menurut dia, lebih baik jika pemerintah pusat ke depan tidak lagi melakukan pengadaan buku murah tetapi dengan distribusi lambat seperti yang terjadi saat ini,
Namun, akan lebih baik jika harga buku wajar tetapi distribusinya cepat, kalau bisa sebelum tahun ajaran baru sudah sampai di seluruh sekolah, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu seperti sekarang ini," katanya.
Ia mengatakan sampai saat ini di daerah itu untuk tingkat SD buku yang didistribusikan ke sekolah baru sekitar 40 persen, SMP sekitar 80 persen dan SMA/SMK tingkat distribusinya sekitar 90 hingga 95 persen.
"Untuk antisipasi keterlambatan distribusi buku, kami sudah memberikan kepingan CD (compact disc) berisi materi dari buku-buku tersebut, para guru akan menggandakan materi tersebut setiap kali menyampaikan materi pelajaran di kelas masing-masing," ujarnya.
