"Target penerimaan hingga akhir tahun sebagai hasil penyertaan modal di lembaga perbankan itu sebesar Rp4,4 miliar,"
Koba (Antara Babel) - Bank Sumsel Babel hingga 24 Desember 2014 membagikan deviden ke Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung sebesar Rp287.209.389 atau baru sekitar enam persen dari target.

"Target penerimaan hingga akhir tahun sebagai hasil penyertaan modal di lembaga perbankan itu sebesar Rp4,4 miliar," kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bangka Tengah Syaiful Nizam di Koba, Rabu.

Ia menjelaskan, penyertaan modal pemerintah daerah di Bank Sumsel Babel pada 2014 tercatat sebesar Rp27,9 miliar atau terus mengalami penambahan setiap tahun.

"Sebelumnya penyertaan modal hanya Rp26,9 miliar, kemudian kembali ditambah sebesar Rp1 miliar sehingga total penyertaan modal sebesar Rp27,9 miliar," ujarnya.

Tercatat dua tahun terakhir ini pendapatan daerah dari Bank Sumsel Babel melalui penerimaan deviden belum memenuhi target yang sudah ditetapkan.

"Biasanya pihak Bank Sumsel Babel membagikan deviden pada akhir tahun setelah menggelar RUPS. Nilai deviden yang diterima tergantung besaran laba yang diperoleh pihak bank," ujarnya.

Ia juga mengatakan, selain Bank Sumsel Babel pihak Pemkab Bangka Tengah juga menyertakan modal di Bank Syariah Bangka sebesar Rp10,2 miliar.

Tercatat realisasi penerimaan dari Bank Syariah Bangka sebagai hasil penyertaan modal sebesar Rp1.742.273.900 dari target sebesar Rp1,8 miliar hingga akhir tahun.

"Realisasinya sudah mencapai 96 persen atau hanya tersisa Rp57.726.100 yang belum dibagikan pihak Bank Syariah Bangka," ujarnya.

Berdasarkan data laporan pendapatan, tercatat realisasi penerimaan dari Bank Syariah Bangka jauh lebih besar dibanding Bank Sumsel Babel kendati penyertaan modal daerah hanya sebesar Rp10,2 miliar kepada Bank Syariah Bangka atau jauh lebih sedikit dibanding penyertaan modal di Bank Sumsel Babel senilai Rp27,9 miliar.


Pewarta: Oleh: Ahmadi
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026