Pangkalpinang (ANTARA) - Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyebutkan Sekolah Tinggi Agama Konghucu Negeri di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkat jasa Presiden Republik Indonesia Ke-4 Abdurrahman Wahid yang lebih populer dengan nama Gus Dur.
"Kita patut mengucapkan terima kasih kepada Gus Dur yang mencopot pembekuan-pembekuan kegiatan Agama Konghucu di negara ini," kata Nasaruddin Umar saat peresmian Sekolah Tinggi Agama Konghucu Indonesia Negeri (Setiakin) di Pangkalpinang, Selasa sore.
Ia mengatakan pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, beliau mengeluarkan kebijakan untuk memperbolehkan kegiatan-kegiatan Agama Konghucu di Indonesia.
"Dengan pencopotan pembekuan kegiatan Agama Konghucu ini, maka lahirlah sekolah tinggi agama Konghucu di Bangka Belitung ini," ujarnya.
Baca juga: Menag: Indonesia miliki Sekolah Tinggi Konghucu pertama di Bangka Belitung
Baca juga: Menteri Agama resmikan Sekolah Tinggi Konghucu di Babel
Ia menyatakan selama masa pemerintah Presiden Gus Dur ini banyak tantangan-tantangan internal termasuk Kementerian Agama dan ini wajar kalau orang-orang tertentu itu masih memiliki endapan-endapan dan kecurigaan karena adanya memori masa lampau.
"Pada waktu itu, saya menjadi Dirjen Umat Islam Kementerian Agama yang dipercayai oleh Presiden Gus Dur dan waktu itu saya ikut mengizinkan juga hadirnya saudara-saudara kita beragama Konghucu untuk eksis bersama umat agama lainnya," ujarnya.
Menurut dia saat ini tantangan bangsa ini adalah bagaimana potensi sosial antarumat beragama.
"Kehadiran sekolah tinggi agama Koghucu ini, Insya Allah kerukunan umat beragama dan sosial di Indonesia dapat terwujud dengan baik," katanya.
