Sungailiat (ANTARA) - Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Boy Yandra menilai lomba Palang Merah Remaja (PMR) yang digelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) di daerah itu mampu mengasah keterampilan pelajar.
"Lomba PMR yang diadakan oleh PMI Bangka, memberikan dampak positif bagi peserta yang merupakan pelajar karena mampu mengasah keterampilan," kata Boy Yandra di Sungailiat, Minggu, menanggapi kegiatan lomba PMR Kabupaten Bangka 2025.
Hal itu dikemukakannya setelah melihat peserta lomba yang terdiri dari utusan Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat, sebagai sarana kreativitas yang edukatif.
"Saya menilai panitia sengaja melombakan cabang yang memberikan pembelajaran positif bagi peserta yang semua merupakan pelajar," jelas dia.
Dari 500 peserta yang merupakan utusan sekolah, kata dia, mereka mengikuti lomba seperti cerdas tangkas, youth station, peragaan busana, dan paduan suara.
Menurutnya, PMR merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang mampu membangun dan menanamkan karakter sosial bagi para pelajar.
"Anggota PMR harus dididik, dibina, dan dikembangkan sejak dini, agar bisa menjadi sosok relawan yang berkarakter ke-Indonesiaan," ujarnya.
Menurutnya, anggota PMR merupakan cikal bakal penerus PMI yang berkualitas dan mampu menjalankan tugas kemanusiaan serta menjamin kesinambungan organisasi PMI pada masa depan
Boy Yandra mengatakan anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
