Pangkalpinang (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IX DPR Republik Indonesia Yahya Zaini meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) untuk menerapkan pengawasan tenaga kerja secara digital guna mengatasi masalah tenaga pengawas ketenagakerjaan yang kurang di daerah itu.
"Jumlah tenaga pengawas tenaga kerja sangat kurang untuk mengawasi ribuan badan usaha di daerah ini," kata Yahya Zaini di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan berdasarkan hasil diskusi dan paparan ada permasalahan yang dihadapi Pemprov Kepulauan Babel yaitu kurangnya tenaga pengawas. Jumlah pengawas tenaga kerja di Kepulauan Bangka Belitung hanya 27 orang untuk mengawasi 21.000 lebih badan usaha di daerah ini.
"Jumlah pengawas dengan jumlah badan usaha ini sangat tidak seimbang. Oleh karena itu, kami sedang memikirkan jalan keluar mengatasi masalah ini," ujarnya.
Ia menyatakan salah satu solusi mengatasi masalah kurangnya tenaga pengawas ini yaitu menerapkan pengawasan berbasis teknologi digital.
"Mudah-mudahan dengan pengawasan berbasis teknologi digital ini dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh pekerja dan perusahaan yang ada di daerah ini," katanya.
Ia mengatakan kunjungan kerja Komisi IX DPR di Kota Pangkalpinang dalam rangka melakukan pengawasan terhadap kinerja pengawas ketenagakerjaan.
"Pengawas ketenagakerjaan ini memiliki peranan yang sangat penting dalam pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang dan segala peraturan yang terkait dengan ketenagakerjaan," katanya.
