Koba, Babel, (ANTARA) - Perekonomian Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tumbuh 6,60 persen pada triwulan II 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, terutama ditopang melonjaknya kinerja sektor sekunder.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Tengah Budi Siswandi di Koba, Kamis, mengatakan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp4,20 triliun dan atas dasar harga konstan Rp1,77 triliun.
"Sektor sekunder mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 32,64 persen, sementara distribusi terbesar masih berasal dari sektor tersier," ujarnya.
Ia menjelaskan sektor primer juga mencatat pertumbuhan meski lajunya melambat dibanding periode sebelumnya. Produksi bijih timah yang meningkat menjadi salah satu penopang di sektor ini.
Dari sisi pengeluaran, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Bangka Tengah juga dipicu meningkatnya konsumsi rumah tangga.
"Komponen pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga tumbuh 3,61 persen secara triwulanan, seiring kenaikan harga timah dan crude palm oil (CPO)," katanya.
Menurut Budi, capaian tersebut mencerminkan stabilitas ekonomi Bangka Tengah yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi regional dan nasional.
"Kami berharap tren pertumbuhan ini berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Bangka Tengah," ujarnya.
Ia mengharapkan pemerintah daerah setempat terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, khususnya melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja baru.
Upaya diversifikasi ekonomi juga dinilai penting agar Bangka Tengah tidak hanya bergantung pada sektor tertentu.
Budi juga menekankan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam menggerakkan roda ekonomi.
"Dengan tenaga kerja yang kompeten, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akan lebih mudah tercapai," katanya.
