Koba, Babel (ANTARA) - Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Kwartir Cabang Gerakan Pramuka membentuk dan mengukuhkan Saka Adhyasta Pemilu, sebagai upaya memperkuat pengawasan partisipatif dan pendidikan politik bagi pemilih muda.
Pembentukan Saka Adhyasta Pemilu yang ditandai pelantikan Mabisaka dan Pinsaka di kantor Bawaslu Bangka Tengah, Jumat, menjadi program bersama untuk mencetak kader muda yang memahami kepemiluan dan berperan aktif dalam pengawasan.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bangka Tengah, Eva Fidia Lestari Algafri, menegaskan keberadaan Saka Adhyasta Pemilu akan memperluas ruang edukasi demokrasi.
Ia juga membuka ruang pelibatan Saka dalam kegiatan besar Pramuka, termasuk perkemahan 11–15 Desember 2025.
“Ini menjadi sarana untuk menanamkan literasi demokrasi dan kesadaran berdemokrasi sejak dini, sehingga generasi muda bisa terlibat langsung dalam proses pemilu,” ujarnya.
Ketua Bawaslu Bangka Tengah, Marhaendra Yuliansyah, menyatakan Saka Adhyasta Pemilu menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam memperluas jangkauan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif di kalangan pelajar.
“Kerja sama dengan Kwarcab Pramuka akan diperluas agar anggota Pramuka dapat terlibat dalam program edukasi dan sosialisasi kepemiluan,” katanya.
Koordinator Divisi HPPH Bawaslu Bangka Tengah sekaligus Ketua Pinsaka Adhyasta Pemilu, Muhammad Tamimi, mengatakan Saka Adhyasta Pemilu merupakan mandat dari Bawaslu RI yang harus ditindaklanjuti hingga tingkat kabupaten.
Menurut dia, kehadiran Saka ini diharapkan menjadi media pembinaan bagi pelajar untuk memahami aturan pemilu serta berkontribusi dalam pengawasan, terutama pada momentum Pilkada dan Pemilu mendatang.
“Kami berharap dukungan Kwarcab karena tugas kami adalah memberikan pengetahuan dasar kepemiluan kepada anggota Pramuka maupun siswa SMA sederajat,” ujarnya.
