Kualitas lada lebih baik, itu terlihat dari biji lada lebih gemuk dan berwarna sedikit merah. Mudah-mudahan kualitas yang bagus harganya juga bagus.
Simpangkatis (Antara Babe) - Seorang petani di Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suharli mengatakan kualitas buah lada pada musim panen tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
"Kualitas lada lebih baik, itu terlihat dari biji lada lebih gemuk dan berwarna sedikit merah. Mudah-mudahan kualitas yang bagus harganya juga bagus," ujarnya di Simpangkatis, Minggu.
Ia menjelaskan, bagusnya kualitas buah lada tersebut karena didukung oleh kondisi cuaca yang cukup normal baik curah hujan dan cuaca panas.
"Namun demikian, produksi lada malah lebih sedikit karena tahun ini tanaman lada selalu diserang hama penyakit," ujarnya.
Ia mengatakan, pada musim penen tahun ini hanya mampu memproduksi sekitar 400 kilo gram dan jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu.
"Kami hanya berharap harga bisa naik seiring membaiknya kualitas buah lada, jika harganya tidak naik tentu pendapatan petani lada jauh lebih sedikit karena harga lada juga jauh turun dibanding tahun lalu," ujarnya.
Suharli mengatakan, harga lada sekarang ini berkisar Rp125 ribu hingga Rp135 ribu per kilogram dan angka tersebut jauh merosot dibanding tahun lalu harga lada mencapai hampir Rp200 ribu per kilogram.
"Kami hanya berharap dengan kualitas lada bagus bisa mendongkrak harga lada sehingga pendapatan petani tidak terlalu merosot," ujarnya.
Apen, petani lada yang lainnya juga mengakui kualitas buah lada jauh lebih baik namun tidak berbuah lebat karena terserang hama penyakit.
"Biasanya kondisi buah lada gemuk dan merah, itu kualitasnya lebih bagus dan bisa mendongkrak harga namun sayannya produksi jauh lebih berkurang," ujarnya.
Ia mengatakan, jika kualitas lada disertai buah yang banyak tentu tahun ini menjadi masa panen yang baik bagi petani di daerah ini.
"Rata-rata petani mengakui buah lada lebih gemuk dan merah, tapi juga banyak yang mengeluh karena produksi per batang lada jauh berkurang," ujarnya.
Pewarta: AhmadiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026